Minuman Setengah Sadar

 

Hebat, hebat ya orang-orang itu…

Membuat zat yang dapat memicu…

Memicu ketidaksadaran

Alias mabuk-mabukan

 

Akibat setengah sadar jadinya gawat

Tak mampu kendalikan syahwat

Diatur pikiran jahat

Bikin diri sendiri atau orang lain tamat

 

Akibat setengah sadar jadinya gawat

Hati tak terawat

Bergulat dengan kesalahan

Rumah tangga dianggap mainan

 

Akibat setengah sadar jadinya gawat

Manusia jadi keparat

Berkarat

Semoga kualat

 

 

Bojong Rawalumbu, 8 Juni 2016

 

ayah berdoa

ya Allah…

sudilah kiranya Engkau menjadikan dia sebagai hambaMu yang paling taqwa

karena dengan ketaqwaan kepadaMu lah

dia akan menjadi manusia yang menghormati kehidupan

menghormati kedua orang tuanya

menghormati sesamanya

menghormati rezekinya

malu kepadaMu jika akan berbuat nista

malu jika tak berbuat baik

malu jika tak berkata maaf ketika bersalah

malu jika tak berterima kasih ketika menerima

malu jika tak bersedekah

agar ia menjadi orang yang hebat dalam mengejar keikhlasan

keikhlasan untuk selalu ada di jalanMu

amiiin ya Rabb

.

b\w – rawalumbu, 9 april 2010

ucapkanlah selamat ulang tahun pada ibumu

anakku

kamu pasti bangga

punya ibu yang pintar otaknya

punya ibu yang tinggi sekolahnya

anakku

kamu pasti senang

punya ibu yang cantik nan seksi

punya ibu yang selalu wangi

anakku

kamu pasti bahagia

punya ibu yang sangat perhatian

punya ibu yang sungguh toleran

anakku

bersyukulah dia adalah ibumu

yang berjanji jika kau hadir nanti

makin dekat pada ajaran ilahi

anakku

ucapkanlah selamat ulang tahun pada ibumu

karena dialah nantinya kau memiliki ulang tahunmu sendiri

(dibuat dlm keadaan demam pada malam sebelum ulangtahun sang calon ibu)

PUISI ANDREA HIRATA DI MARYAMAH KARPOV

puisi-puisi di maryamah karpov

puisi-puisi di maryamah karpov

Mozaik 6 halaman 36

(tanpa judul)
Tak tahu engkau di mana
Tapi kulihat dirimu, di antara bayang pohon willow
Kudengar suaramu, dalam riak Sungai Darrow
Dan kucium dirimu, dalam angin yang berembus dari utara

.

Mozaik 54 halaman 340

Ada
Tahukan dirimu, Kawan?
Dalam serpih-serpih cahaya
Dan gerak-gerik halus benda-benda
Tersimpan rahasia
Mengapa kita ini ada

.

Mozaik 56 halaman 352

Lintang
Dengan pisau lipat
Kuukir pelan-pelan
Kalimat yang dalam
Dari perasaanku yang karat
Karena hormatku yang sarat
Untuk pesona persahabatan dan kecerdasan
Lintang, Lintang, hatimu yang benderang
Qui genus humanum ingenio superavit
Manusia genius tiada tara

.

Mozaik 58 halaman 368

Laut
Horizon, horizon setelah itu, tak ada hal lain
Horizon di langit dan horizon sejauh jangkau pandang
Muara menyempit, delta mengerut
Hutan lindap, daratan kelabu
Lalu laut, laut seluas langit
Datar, tetap, tak berhingga, biru mendebarkan

.

Mozaik 62 halaman 410

Senyum
Siapa yang menabur senyum
Dialah yang akan menuai cinta

.

Mozaik 66 halaman 433

Rahasia
Kuberi tahu satu rahasia padamu, Kawan
Buah paling manis dari berani bermimpi
Adalah kejadian-kejadian menakjubkan
Dalam perjalanan menggapainya

.

Mozaik 71 halaman 490

Puisi
Dan tiba-tiba hari-hariku berubah menjadi puisi
Semilir di pagi hari
Meriang jika siang
Pecah, serupa ombak-ombak pasang kalau malam

.

Mozaik 73 halaman 500

Seperti
Seperti puisi yang kautuliskan
Seperti nyanyi yang kaulantunkan
Seperti senyum yang kausunggingkan
Seperti pandang yang kaukerlingkan
Seperti cinta yang kauberikan
Aku tak pernah, tak pernah merasa cukup

tahun baru mati sia-sia

Memangnya besok matahari jadi biru?
Memangnya besok bulan jadi hijau?
Memangnya besok langit jadi abu-abu?
Memangnya besok awan jadi ungu?

Nyatanya sama saja dengan kemarin
Hari pun masih selasa hingga senin
Anak-anak pun masih suka bermain
Cewek-cewek masih suka dikadalin

Apa istimewanya tahun baru besok
Dilewati dengan pesta hingga mabok
Asik teler hingga akhirnya kepergok
Tanpa terasa duit sudah habis segepok

Jika kita tak berusaha sekuat tenaga
Manusia tak akan menjadi apa-apa
Karena selalu hidup penuh hura-hura
Jadi tak berguna hingga mati sia-sia

Orang biasa yang luar biasa

Saya orang biasa…

Katanya
Tapi ku tak percaya
Wanginya
Menunjukkan kelasnya

Bertemu kedua kali
Tak lagi basa basi
Ditemani tiga kopi
Ya… tiga kopi
Satu lagi untuk si Dewi
Katanya teman satu profesi

Lampu temaram
Semakin malam
Pembicaraan semakin dalam
Namun ada yang selalu diam

Tiba-tiba
terdengar suara

Bu, saya permisi,
pacar saya sudah menanti

Tunggu… tunggu…
Kenapa Dewi memanggilnya ibu?
Ia hanya tersenyum malu

Dia itu… sekretarisku

Perempuan manis
Punya sekretaris
Pasti bukan resepsionis
Bisa jadi seorang artis

Tapi saya orang biasa!

Aku tak lagi percaya
Meski akhirnya…
Ku jadi pacarnya

(Rawalumbu, 181205)