Ada Ular di Kemang

24 Januari 2007

Awalnya gw nggak habis pikir sama orang-orang yg seneng melihara ular, kok bisa-bisanya ya mereka tertarik bahkan ada yg jatuh cinta sama hewan melata itu? Sampai suatu saat di deket kantor ada sebuah pameran kura-kura. Sebagai kaum pecinta binatang dan juga pemelihara kura-kura, gw akhirnya menyempatkan diri untuk melihatnya.

ular di kemang jakartaDari mulai sekedar melihat, mengagumi bentuknya, juga mengagumi harga si kura-kura darat yg ternyata lumayan mahal, termurah berbandrol Rp 650 ribu (padahal gw beli kura2 air yg di rumah Rp 35 ribu dapet 2 ekor)!! Sampailah sang empunya kura-kura menawarkan jenis reptil yg lain untuk sekedar dipegang. Reptil itu adalah… ular!

Istri gw yg biasanya pemberani itu ternyata langsung menolak mentah-mentah tawaran tersebut. Tapi sebaliknya gw justru tertarik. Mulailah pengalaman pertama menggendong ular. Gw menerima ular yg sedang melingkar tersebut dengan agak ragu-ragu. “Galak nggak, mas?” spontan pertanyaan itu terlontar ketika ular python asal Afrika itu mulai bergerak-gerak di kedua tangan gw. “Asal jangan ada gerakan yang ‘ngagetin’ aja!” saran si bapak pemilik ular.

Detik-detik berikutnya tangan gw mulai terbiasa dengan gesekan badannya. Sepertinya ular sepanjang kira-kira 50 cm tersebut juga punya perasaan yg sama, mulai terbiasa dengan kulit gw sehingga ia mulai berani menjalar-jalar hingga ke siku.

Tapi gw masih penasaran, bagaimana rasanya jika ia melilit di tangan. Akhirnya tangan kanan pelan-pelan gw coba jauhkan dari tubuhnya, harapannya agar dia otomatis melilitkan tubuhnya di tangan kiri. Ternyata benar! Ular dengan corak kuning coklat hitam tersebut mulai pelan-pelan melilit dan melingkari tangan kiri gw.

Di balik gemulai badannya yang terkesan lembut itu, ternyata ia memiliki kekuatan yang luar biasa. Rasanya seperti ada semacam bahan elastis solid yang mencengkram kuat tangan gw ini. Tulang-tulang rotorik yang hebat di dalam kulit indahnya sungguh terasa. Sejak itulah gw baru mulai mengerti, mungkin momen seperti inilah yg membuat orang jadi ‘jatuh hati’ dengan sang reptil eksotis itu.

Sayangnya, untuk mendapatkan ular cantik itu perlu merogoh kocek hingga 3,5 juta rupiah. Merawatnya pun perlu ada aturan-aturan khusus. Contohnya seperti python Afrika yang tak bisa besar tersebut perlu diberi makan minimal sekaligus 5 tikus kecil selama kira-kira 10 hari sekali. Setelah makan, sekitar 4 hari tidak boleh dipegang-pegang dulu karena nanti bisa muntah. Hal ini mungkin dikarenakan sistem pencernaannya yg ga sehebat manusia, habis makan bisa langsung lari-lari, hehehe… dan yang penting lagi jika kita tidak sempet ngurusin, kira2 siapa ya yg berani membersihkan kandangnya? Nggak semua orang bisa kita mintakan tolong untuk mengurusinya, karena nggak semua orang tau jika ular itu sesungguhnya tidak akan menyerang manusia jika dia tidak merasa diserang. [b\w]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s