Orang biasa yang luar biasa

Saya orang biasa…

Katanya
Tapi ku tak percaya
Wanginya
Menunjukkan kelasnya

Bertemu kedua kali
Tak lagi basa basi
Ditemani tiga kopi
Ya… tiga kopi
Satu lagi untuk si Dewi
Katanya teman satu profesi

Lampu temaram
Semakin malam
Pembicaraan semakin dalam
Namun ada yang selalu diam

Tiba-tiba
terdengar suara

Bu, saya permisi,
pacar saya sudah menanti

Tunggu… tunggu…
Kenapa Dewi memanggilnya ibu?
Ia hanya tersenyum malu

Dia itu… sekretarisku

Perempuan manis
Punya sekretaris
Pasti bukan resepsionis
Bisa jadi seorang artis

Tapi saya orang biasa!

Aku tak lagi percaya
Meski akhirnya…
Ku jadi pacarnya

(Rawalumbu, 181205)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s