Tahun 2006… ternyata Mbah Uti berumur 100 tahun!

19 January, 2006
Tahun 2006… ternyata Mbah Uti berumur 100 tahun!
http://katabene.blogspot.com/2006/01/tahun-2006-ternyata-mbah-uti-berumur.html

mbahuti2jg-copy.jpg
“Kata ibuku, aku lahir barengan sama Juliana, putrinya ratu Belanda Wilhelmina, pada tahun enem.” (maksudnya tahun 1906) Itulah jawaban nenekku yang bertutur dalam bahasa Jawa (di atas itu adalah terjemahannya) ketika seseorang bertanya: kapan beliau lahir? Meski tanggal dan bulannya beliau tidak tahu pasti, namun keyakinan akan tahun kelahiran yang sama dengan kelahiran putri Juliana, adalah ditandai dengan perayaan besar-besaran sesuai perintah pemerintah kolonial Belanda ketika itu.

Soejatmi (baca: Suyatmi), begitulah nama nenek yang merupakan ibunda dari almarhum ayahku. Orang-orang biasa memanggilnya bu Djasmin, nama almarhum suaminya yang seorang pensiunan pegawai pegadaian. Sedang kami cucu-cucunya langsung, biasa memanggil beliau dengan mbah uti atau mbah putri. Di luar cucunya langsung, banyak juga yang memanggilnya mbah Djasmin.

Mbah Uti ini memiliki lima anak dari perkawinannya dengan mbah kakung Djasmin almarhum. Jumlah cucunya lebih dari sepuluh, bahkan beberapa cucunya ada yang sudah mempunyai cucu juga, yang berarti beliau sudah punya canggah (dalam bahasa Jawa, urutannya adalah anak, cucu, cicit, canggah, mulai cicit ke bawah biasa juga disebut buyut). Kelima anaknya bahkan sudah ada satu orang yang mendahului beliau yaitu ayahanda, anak ke tiga dan satu-satunya anak lelaki yang wafat di usia 65 tahun kurang 40 hari, ketika usia ibundanya genap 96 tahun.

Fisik yang luar biasa
Secara fisik, mbah putri Djasmin boleh dibilang luar biasa untuk ukuran umur seabad. Masih ingat hari ulang tahun cucu-cucunya. Masih bisa mengingat peristiwa-peristiwa penting yang telah berlalu. Berbicara masih jelas, memegang sesuatupun masih belum gemeteran. Matanya masih bisa jelas menonton sinetron di televisi 21 inch dari jarak 2 meter lebih bahkan tanpa kacamata. Pendengarannya juga masih sanggup menangkap pembicaraan kita yang bersuara normal, tanpa bantuan alat bantu dengar. Nafsu makan juga masih tinggi. Mbah putri tidak makan daging sudah sejak lama, bahkan ada satu kebiasaan uniknya yaitu makan nasi dengan lauk buah semangka merah, yang ternyata rasanya enak juga.

Hanya sayangnya, ketika bulan Ramadhan tahun 2002, baliau sempat terpeleset di depan kamar mandi, dan sampai sekarang kakinya masih terasa nyeri, sehingga beliau sulit berjalan tanpa bantuan tongkat, atau digandeng oleh orang lain. Padahal dari hasil pemeriksaan rontgen, tidak terjadi patah tulang, ataupun salah posisi. Hanya mungkin karena memang sudah usia lanjut, syaraf-syarafnya sudah tidak dapat kembali seperti sediakala, sehingga rasa nyeri terus-menerus bercokol di kaki meskipun tak ada kerusakan di bagian tulangnya. Sampai saat ini hari-hari mbah putri banyak dihabiskan dengan duduk di depan teve, tanpa dapat berjalan-jalan bebas sendirian lagi seperti sebelum jatuh.

Rahasia umur panjang
Umur manusia memang rahasia Yang Maha Kuasa. Tapi juga tak lepas dari doa dan usaha. Bukan tak mungkin mbah putri Djasmin yang tahun ini berumur 100 tahun karena memang beliau selalu menjaga kehidupannya. Artinya, beliau menjaga kesehatan dengan tidak makan daging, apalagi merokok. Beliau selalu menjaga pikiran tanpa dibebani masalah berat, rajin berdoa, dan selalu ikhlas menolong orang lain. Sepertinya ada dua tindakan Tuhan bagi orang-orang yang ikhlas, yaitu dipersingkat hidup di dunia (seperti nabi Muhammad), atau justru diperpanjang melebihi usia rata-rata manusia agar dapat menjadi tauladan bagi kita semua??? Wallahualam, yang jelas di tahun 2006 ini sudah selayaknya ibu Soejatmi Djasmin mendapat apresiasi, paling tidak ucapan “Selamat 100 tahun Mbah Uti!” (b/w)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s