nasib sang babeh

dibilang pahlawan

yang lain nggak terima

dibilang setan

tapi banyak berjasa

ketika tiada

berlomba-lomba memuji

yang lain mencela

jadi polemik berhari-hari

terlalu lama di atas

bikin lupa daratan

selalu kurang puas

dibalut ketamakan

antara amal dan dosa

bisa saja sama besarnya

namun apa mau dikata

semua sudah  sirna

kata orang ingat yang baiknya saja

asalkan jangan berlebih kata

(Jkt, 31 januari 2008)

Iklan

pelangi bukan Plaza Semanggi

pelangi-copyx.jpg

Malaikat sedang memberi warna kota kita…

Bidadari baru saja pergi dari sini…

Bidadari baru saja membagi hidangannya kepada kita…

Warna-warni sutera alam nan indah di antara birunya kehidupan…

Rangkaian bunga-bunga cantik di antara kelembutan sutera putih…

(tiba-tiba)

Gimana, udah siap belum, udah waktunya review!
Iya boss, idenya udah jadi kok
Jadi ngomongnya apa?
Pelangi, boss

(Pelangi adalah gejala optik dan meteorologi yang menyebabkan spektrum dari cahaya yang hampir kontinyu untuk muncul di langit waktu matahari bersinar ke atas titik air hujan yang jatuh. Dari peristiwa yang menyebabkan sinar monokromatik menjadi 7 sinar polikromatik – Wikipedia)

06 December, 2006

Bumi pun tersenyum… kecut!

Kerikil bertanya kepada tanah
Mengapa kau marah?

Tanah bertanya kepada air
Mengapa kau murka?

Air bertanya kepada bumi
Ada apa semua ini?

Bumi hanya duduk tersenyum
Tangannya mulai menggaruk badannya,
seketika itu,
puluhan jiwa terbujur kaku

Kulitku dirusak mereka,
kata bumi,
sambil menunjuk manusia

Basuhtubuh

Ketika kita membasuh muka
Berpikirlah bahwa kita kan melihat dunia

Ketika kita membasuh lengan
Berpikirlah bahwa kita kan saling bergandengan

Ketika kita membasuh kaki
Berpikirlah bahwa kita kan melangkah pergi

Ketika kita tak bisa membasuh salah satunya
Berpikirlah untuk tidak menyesalinya

Ketika kita sudah benar-benar tak bisa membasuh lagi
Bersyukurlah masih bisa hidup hingga hari ini

(24 April, 2006)