Ketika hujan terserah Tuhan

Saat hujan deras, daun tak lagi meranggas.
Namun banyak yang tak punya beras.

Saat kilat menyambar, listrik jadi penghantar.
Sayangnya tetap banyak yang lapar.

Saat guntur bergemuruh, bebatuan terjatuh.
Banyak yang kurang gizi hingga lumpuh

Apa kabar tuan dan nyonya?
Lihatlah nasib pemilih anda.

Menunggu janji kapan ditepati.
Menunggu sehat malah mati.

Hujan badai geledek menggelegar.
Mudah-mudahan kita tetap sabar

Sampai kapan???
Terserah Tuhan!!!


by B/W di saat hujan deras di Rawalumbu, Feb.2006

One thought on “Ketika hujan terserah Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s