Hirup kehidupanku

Tak terasa telah sembilan purnama
Pertanda sampai juga waktunya
Waktu ku kan hirup segala fana
Waktu ku kan iba segala duka
Waktu ku kan rasa segala suka

Ku hadir di pelukmu bunda
Di genggam eratmu ayahnda
Di lapis bahagia kalian berdua

Ku bawa janji biasa
berguna bagi nusa bangsa agama orang-tua…
Kan kutepati jika masanya
Atas restu doamu bunda

Iklan

Ketika hujan terserah Tuhan

Saat hujan deras, daun tak lagi meranggas.
Namun banyak yang tak punya beras.

Saat kilat menyambar, listrik jadi penghantar.
Sayangnya tetap banyak yang lapar.

Saat guntur bergemuruh, bebatuan terjatuh.
Banyak yang kurang gizi hingga lumpuh

Apa kabar tuan dan nyonya?
Lihatlah nasib pemilih anda.

Menunggu janji kapan ditepati.
Menunggu sehat malah mati.

Hujan badai geledek menggelegar.
Mudah-mudahan kita tetap sabar

Sampai kapan???
Terserah Tuhan!!!


by B/W di saat hujan deras di Rawalumbu, Feb.2006

Hanya seorang pria biasa

Dia hanya seorang pria biasa.
Suka menggambar dan membaca.
Kerjanya merangkai kata-kata.
Setiap hari selalu berusaha dan berdoa.
Punya cita-cita yang sederhana.
Semoga hidupnya bisa berguna bagi siapa saja.
Semoga matinya nanti bisa masuk sorga.
Bertemu Tuhan, Rasul, dan ayahnya tercinta.