Oleh: benewaluyo | 18 Juli, 2009

1000 hari tanpa senyum teduhnya

begitu cintanya Allah kepadamu
kini aku tak lagi dapat bertemu

begitu sayangnya Allah kepadamu
kini hari-hari jadi terasa semu

begitu rahmat Allah mencapaimu
aku benar-benar tertunduk kaku

ya, ku sadar kau kini tak lagi bersamaku,
bersama kita, bersama kami

ya, ku sadar kau kini sudah bersama-Nya,
bersama penciptamu, pencipta kita semua

keteduhan senyummu sungguh membawa keikhlasan hati
itulah yang kini kau lakukan dari tenda sejukmu yang abadi
membimbing kami hingga tak lagi berdiri

(bekasi, februari 2005)

*7 tahun sudah beliau meninggalkan kami pada 8 Juni 2002, tulisan di atas dibuat ketika peringatan 1000 hari wafatnya, dan 18 Juli ini beliau berulang tahun ke 72, mudah2an beliau merayakannya dengan mengagungkan nama Allah SWT dan Rasulullah SAW di tendanya nan sejuk di sana…

waktumuda-danres

Oleh: benewaluyo | 20 April, 2009

ucapkanlah selamat ulang tahun pada ibumu

anakku

kamu pasti bangga

punya ibu yang pintar otaknya

punya ibu yang tinggi sekolahnya

-

anakku

kamu pasti senang

punya ibu yang cantik nan seksi

punya ibu yang selalu wangi

-

anakku

kamu pasti bahagia

punya ibu yang sangat perhatian

punya ibu yang sungguh toleran

-

anakku

bersyukulah dia adalah ibumu

yang berjanji jika kau hadir nanti

makin dekat pada ajaran ilahi

-

anakku

ucapkanlah selamat ulang tahun pada ibumu

karena dialah nantinya kau memiliki ulang tahunmu sendiri

-

(dibuat dlm keadaan demam pada malam sebelum ulangtahun sang calon ibu)

Oleh: benewaluyo | 27 Maret, 2009

PUISI ANDREA HIRATA DI MARYAMAH KARPOV

puisi-puisi di maryamah karpov

puisi-puisi di maryamah karpov

Mozaik 6 halaman 36

(tanpa judul)
Tak tahu engkau di mana
Tapi kulihat dirimu, di antara bayang pohon willow
Kudengar suaramu, dalam riak Sungai Darrow
Dan kucium dirimu, dalam angin yang berembus dari utara

.

Mozaik 54 halaman 340

Ada
Tahukan dirimu, Kawan?
Dalam serpih-serpih cahaya
Dan gerak-gerik halus benda-benda
Tersimpan rahasia
Mengapa kita ini ada

.

Mozaik 56 halaman 352

Lintang
Dengan pisau lipat
Kuukir pelan-pelan
Kalimat yang dalam
Dari perasaanku yang karat
Karena hormatku yang sarat
Untuk pesona persahabatan dan kecerdasan
Lintang, Lintang, hatimu yang benderang
Qui genus humanum ingenio superavit
Manusia genius tiada tara

.

Mozaik 58 halaman 368

Laut
Horizon, horizon setelah itu, tak ada hal lain
Horizon di langit dan horizon sejauh jangkau pandang
Muara menyempit, delta mengerut
Hutan lindap, daratan kelabu
Lalu laut, laut seluas langit
Datar, tetap, tak berhingga, biru mendebarkan

.

Mozaik 62 halaman 410

Senyum
Siapa yang menabur senyum
Dialah yang akan menuai cinta

.

Mozaik 66 halaman 433

Rahasia
Kuberi tahu satu rahasia padamu, Kawan
Buah paling manis dari berani bermimpi
Adalah kejadian-kejadian menakjubkan
Dalam perjalanan menggapainya

.

Mozaik 71 halaman 490

Puisi
Dan tiba-tiba hari-hariku berubah menjadi puisi
Semilir di pagi hari
Meriang jika siang
Pecah, serupa ombak-ombak pasang kalau malam

.

Mozaik 73 halaman 500

Seperti
Seperti puisi yang kautuliskan
Seperti nyanyi yang kaulantunkan
Seperti senyum yang kausunggingkan
Seperti pandang yang kaukerlingkan
Seperti cinta yang kauberikan
Aku tak pernah, tak pernah merasa cukup

Oleh: benewaluyo | 4 Februari, 2009

SEPATULOGI

Melihat sepatu berarti melihat ke bawah, melihat bagaimana kita merekonstruksi diri,
dari yang semula nisbi menjadi berarti.

Sepatu menjadi sebuah dasar dari keberadaan, keberdirian, kesuksesan, kemajuan…

Sebuah alat perlindungan diri paling dasar, dari bermacam ganjalan, dari bermacam ketidak-mulusan jalan yang kita telusuri.

Meskipun di bawah, namun sepatu dapat mengangkat citra pemiliknya.

Dapat menjadi perlambang bagaimana kita mengawali kerja keras
untuk menyambung hidup.

Sepatu… seberapa besar nilai tukar yang kita korbankan untuk memilikinya,
namun tempatnya selalu dalam posisi… terinjak!

Meski selalu terinjak, sepatu tak diragukan kesetiaannya

Kesetiaan untuk selalu berdua bersama.

Sepasang untuk selamanya…

Selama melekat di kaki, sepatu bangga menjadi lambang dari sebuah pengabdian sejati.

Sebagai pengabdi sejati, selalu berdoa untuk kebahagiaan sang pemilik kaki…

jejak sepatu

jejak sepatu

Oleh: benewaluyo | 7 Januari, 2009

tahun baru mati sia-sia

Memangnya besok matahari jadi biru?
Memangnya besok bulan jadi hijau?
Memangnya besok langit jadi abu-abu?
Memangnya besok awan jadi ungu?

Nyatanya sama saja dengan kemarin
Hari pun masih selasa hingga senin
Anak-anak pun masih suka bermain
Cewek-cewek masih suka dikadalin

Apa istimewanya tahun baru besok
Dilewati dengan pesta hingga mabok
Asik teler hingga akhirnya kepergok
Tanpa terasa duit sudah habis segepok

Jika kita tak berusaha sekuat tenaga
Manusia tak akan menjadi apa-apa
Karena selalu hidup penuh hura-hura
Jadi tak berguna hingga mati sia-sia

Oleh: benewaluyo | 8 Oktober, 2008

Puisi-puisi Laskar Pelangi

Bunga Krisan

A Ling, lihatlah ke langit
Jauh tinggi di angkasa
Awan-awan putih yang berarak itu
Aku mengirim bunga-bunga krisan untukmu

(Ikal –> A Ling, halaman 257)

-

Rindu

Cinta benar-benar telah menyusahkanku
Ketika kita saling memandang saat sembahyang rebut
Malamnya aku tak bisa tidur karena wajahmu tak mau pergi dari kamarku
Kepalaku pusing sejak itu…

Siapa dirimu?
Yang berani merusak tidur dan selera makanku?
Yang membuatku melamun sepanjang waktu?
Kamu tak lebih dari seorang anak muda pengganggu!
Namun ingin kukatakan padamu
Setiap malam aku bersyukur kita telah bertemu
Karena hanya padamu, aku akan merasa rindu…

A Ling

(A Ling –> Ikal, halaman 280-281)

-

Jauh Tinggi

A Ling, hari ini aku mendaki Gunung Selumar
Tinggi, tinggi sekali, sampai ke puncaknya
Hanya untuk melihat atap rumahmu
Hatiku damai rasanya

(Ikal –> A Ling, halaman 292)

baca ulasan filmnya di –> sini

dengerin & unduh soundtracknya di –> sini

Oleh: benewaluyo | 26 September, 2008

saatnya mencapai keikhlasan hati

Oleh: benewaluyo | 22 September, 2008

Ramadan ini


Sebulan penuh
Berbalut peluh
Tanpa mengeluh
Dosa pun luruh
Amal tak utuh
Akhir bersimpuh
Maaf diunduh

(22 Ramadan 1429 H)

Oleh: benewaluyo | 31 Juli, 2008

Ryan, killer of the year?

Siapa pembunuh paling tenar saat ini?
Nama Ryan di urutan pertama sekali
Membunuh orang demi kepuasan diri
Entah memang sakit jiwa atau sakit hati?

Ryan si penjagal lebih dari lima orang
Korbanya ada yang dibuang di septictank
Juga ada yang dimutilasi dan dicincang
Entah apa karena ia kurang kasih sayang?

Homoseksual sempat jadi kambing hitam
Padahal bisa jadi karena hidupnya kelam
Atau karena memang nuraninya karam?
Entah mengapa hidup Ryan begitu suram…

Sayang yang dijagal orang-orang baik
Bukannya koruptor yang bikin paceklik
Atau para penjahat yang s’lalu bikin panik
Entah kapan mereka binasa dan tercekik…


Bang, nanti gimana kalau ditangkap?
Gampang, tinggal telepon saya…

Mas, nanti gimana jika ketahuan?
Tenang, tinggal telepon saya…

Pak, nanti gimana jika…
Aduh, jangan telpon saya deh…
Kenapa, takut disadap ya?
Bukan, hape saya lagi dibawa si bungsu…
Jadi gimana pak?
Beliin saya hape baru yang terbaru deh, sekalian untuk istri dan si sulung juga ya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori